
Sakura Amaya
| Category | Informations |
|---|---|
| Nαмe | Sakura Amaya |
| Date of Birth ✧ | 20 October 2000 |
| Place of Birth ✧ | Tokyo, Japan |
| Occυpoтιoɴ✧ | Laundry Employee |
| Blood Type✧ | B |
| Heιɢнт✧ | 155 cm |
Sakura lahir dari keluarga konglomerat di Jepang. Sejak kecil, ia hidup dalam kemewahan. Rumahnya besar, pakaiannya mahal, dan segala keinginannya selalu terpenuhi. Namun, di balik kehidupan yang terlihat sempurna itu, Sakura menyimpan banyak luka.Di sekolah, ia sering dibully. Teman-temannya mengejek penampilannya, menjadikannya bahan tertawaan, bahkan sengaja mengucilkannya. Sakura tidak pernah benar-benar memiliki teman. Setiap hari ia pulang dengan senyum palsu, berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.Ketika memasuki SMA, Sakura menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik: gyaru.Baginya, gyaru adalah perempuan-perempuan yang berani, cantik, bebas, dan tidak takut terhadap penilaian orang lain. Sakura ingin menjadi seperti mereka. Ia mulai mengubah penampilannya, mewarnai rambut, belajar merias wajah, mengenakan pakaian mencolok, dan menghias kukunya.Untuk pertama kalinya, Sakura merasa sedikit lebih percaya diri. Meskipun masih sering mendapatkan tatapan sinis, ia tidak ingin kembali menjadi gadis pendiam yang selalu menyembunyikan dirinya.Namun, ia tetap sendirian.Hingga akhirnya, ketika memasuki bangku kuliah, Sakura bertemu seorang gadis melalui media sosial yang memiliki kegemaran sama terhadap gyaru.Sakura sangat senang. Akhirnya, ia menemukan seseorang yang bisa diajak berbicara tentang hal-hal yang selama ini ia sukai. Mereka sering pergi bersama, berbelanja, mengambil foto, dan menghabiskan waktu di berbagai tempat.Sayangnya, temannya ini bukan teman yang baik.Temannya memperkenalkan Sakura pada kehidupan malam. Awalnya hanya sekadar bersenang-senang, tetapi perlahan Sakura mulai terbiasa menghabiskan malam di klub, menghadiri pesta, dan menghamburkan uang.Karena berasal dari keluarga kaya, Sakura tidak pernah terlalu memikirkan pengeluarannya. Bahkan, Sakura sering membayari kebutuhannya dan teman-teman yang lainnya.Sakura merasa bahagia. Ia pikir akhirnya memiliki kehidupan yang selama ini diinginkannya.Tanpa disadari, kuliahnya mulai terbengkalai. Ia sering bolos, tugasnya tidak dikerjakan, dan nilai akademiknya semakin buruk.Ketika orang tuanya mengetahui semuanya, pertengkaran besar pun terjadi.Mereka sangat marah dan menganggap Sakura telah mempermalukan keluarga. Sakura mencoba menjelaskan bahwa ia hanya ingin menjalani hidupnya sendiri, tetapi tidak ada yang mau mendengarkan.Sampai suatu hari, ia memutuskan berhenti kuliah.Keputusan itu membuat kedua orang tuanya kehilangan kesabaran. Dalam pertengkaran yang menyakitkan, Sakura diusir dari rumah.Ia masih ingat bagaimana ibunya hanya diam ketika ia memasukkan pakaian ke dalam koper. Ayahnya bahkan tidak mau menatap wajahnya.Sakura pergi dengan membawa beberapa koper dan sedikit uang.Ia pikir setidaknya masih memiliki sang sahabat.Namun, ternyata ia salah.Ketika Sakura mulai kesulitan keuangan, temannya perlahan menjauh. Pesannya tidak lagi dibalas. Teleponnya tidak diangkat. Bahkan ketika Sakura mencoba mendatangi tempat yang biasa mereka kunjungi, temannya berpura-pura tidak mengenalnya.Sakura akhirnya memahami sesuatu yang sangat menyakitkan.Selama ini, temannya tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai teman. Ia hanya menyukai uang dan kemewahan yang dimiliki Sakura.Kini, Sakura benar-benar sendirian.Ia mulai mencari pekerjaan ke berbagai tempat. Beberapa perusahaan menolaknya karena tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup. Ada juga yang memandang aneh penampilannya sebagai gyaru.Setelah berkali-kali ditolak, akhirnya ia diterima bekerja di sebuah laundry kecil.Pekerjaannya sederhana. Mencuci, mengeringkan, menyetrika, melipat pakaian, dan melayani pelanggan. Gajinya tidak seberapa, tetapi setidaknya ia bisa menyewa kamar kecil dan membeli makanan untuk dirinya sendiri.Kehidupan Sakura berubah drastis.Dahulu, ia bisa membeli tas mahal tanpa melihat harga. Sekarang, ia harus berpikir berkali-kali sebelum membeli sebungkus makanan. Dahulu, ia tidur di kamar luas dengan tempat tidur empuk. Sekarang, ia tidur di kamar sempit dengan beberapa koper yang belum sempat dibongkar.Namun, ada satu hal yang masih dipertahankannya.Setiap pagi, sebelum berangkat bekerja, Sakura tetap merias wajahnya. Ia masih menggunakan bulu mata palsu, lip gloss, aksesori lucu, dan pakaian khas gyaru.Meskipun terkadang pelanggan memandangnya aneh, ia tidak ingin melepaskan satu-satunya hal yang membuatnya merasa menjadi dirinya sendiri.
Sakura adalah seorang yang percaya diri, ceria, ekspresif, dan berani tampil berbeda. Ia tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain dan selalu berusaha menjadi dirinya sendiri. Di balik penampilannya yang mencolok, dia bisa menjadi sosok perhatian. Namun Sakura juga memiliki sisi kasar dan temperamental, terutama ketika ada seseorang yang membuatnya kesal atau melewati batas kesabarannya.Sakura sangat mencintai fashion meskipun hanya punya uang pas-pasan. Sayangnya, ia belum terbiasa hidup miskin dan sering boros membeli pakaian serta aksesori hingga uangnya habis. Bahkan, ia terkadang harus rela tidak makan berhari-hari saat tanggal tua.
Sakura senang memakai pakaian yang lucu, unik, dan mencolok. Ia sangat menyukai dunia fashion, terutama gaya gyaru yang penuh warna, aksesori berlebihan, riasan tebal, dan pakaian yang berani.